Untuk mengisi kekosongan, Timnas Indonesia langsung memanggil Nadeo Argawinata dan Reza Arya Pratama. Keduanya akan bergabung dengan Maarten Paes dan Ernando Ari, sehingga total ada empat kiper yang disiapkan. Dengan situasi ini, persaingan di bawah mistar diperkirakan semakin ketat.
Posisi utama kemungkinan besar akan dipegang oleh Maarten Paes. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, memastikan kiper FC Dallas itu sudah pulih dan berlatih normal sejak 28 September. “(Maarten) Paes aman dan sudah latihan normal dari tanggal 28 (September),” ujarnya.
Selain Paes, peluang juga terbuka bagi Ernando, Nadeo, atau Reza untuk menunjukkan kualitas mereka. Kehadiran lebih dari satu opsi menjadi langkah antisipasi penting, terutama mengingat lawan yang akan dihadapi memiliki serangan berbahaya.
Timnas Indonesia akan memulai perjuangan di Round 4 Grup B dengan menghadapi Arab Saudi pada 9 Oktober, disusul duel melawan Irak pada 12 Oktober 2025. Kedua pertandingan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, yang bakal menjadi ujian berat bagi Garuda.
Meski kehilangan salah satu kiper andalan, Kluivert menegaskan skuadnya tetap optimistis. Fokus utama adalah menjaga organisasi pertahanan agar tetap solid dan memanfaatkan peluang serangan balik dengan efektif.
Absennya Emil Audero memang pukulan besar, tetapi Timnas Indonesia masih punya amunisi untuk bersaing. Kini semua mata tertuju pada kiprah Garuda di Jeddah, apakah mereka mampu menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026 meski tanpa penjaga gawang utamanya.