Romario juga mempertanyakan keputusan taktik Ancelotti saat menghadapi Timnas Norwegia. Dia menilai beberapa pergantian pemain yang dilakukan mantan arsitek Real Madrid itu tidak masuk akal dan menjadi salah satu penyebab Brasil gagal tampil maksimal.
“Saya bahkan tidak bisa memahami apa yang sebenarnya ingin dia lakukan di lapangan,” ujar Romario.
Dia menyoroti keputusan Ancelotti yang mengganti Bruno Guimaraes dan menempatkan Ederson di posisi melebar. Menurut Romário, keputusan tersebut muncul karena Brasil tidak memiliki cukup pilihan pemain di posisi bek sayap setelah Wesley mengalami cedera.
“Dia mengganti Bruno Guimaraes dan menempatkan Ederson melebar. Dia melakukan itu karena tidak memanggil bek sayap lain. Salah satu bek sayap (Wesley) cedera, lalu dia menggantinya dengan gelandang tengah. Saya tahu pilihannya tidak banyak, tetapi pasti ada seseorang yang lebih baik daripada Ederson di posisi tersebut,” tutur Romario.
Romario kemudian membandingkan situasi Ancelotti dengan beberapa pelatih Brasil sebelumnya seperti Dunga, Luiz Felipe Scolari, dan Tite. Menurut dia, pelatih yang gagal membawa hasil positif harus siap menerima konsekuensi.