“Saya senang dengan cara kami mendapatkan hasil. Saya bahkan senang kami kebobolan saat terjebak dalam penguasaan bola dengan Manuel Locatelli. Kami tidak boleh takut kehilangan bola, karena itu bisa saja terjadi, tetapi jika kami ingin bermain dari belakang dan mengambil inisiatif, kami akan dibayar dalam jangka panjang,” ucap De Zerbi usai laga, dikutip Dazn.
“Pada titik tertentu permainan, kami pantas kalah, karena kami kalah dalam semua duel individu. Mempertahankan penguasaan bola itu penting, tapi mendapatkannya kembali sama pentingnya,” tuturnya.
Dengan strategi itu, Sassuolo menjadi satu dari tiga klub yang belum terkalahkan selain AC Milan dan Juventus.
“Ini berkat kerja keras yang dilakukan klub dan hasilnya adalah konsekuensi wajar. Ini hari-hari awal musim ini, kami melihat beberapa hasil yang mengejutkan kemarin, dan banyak hal dapat berubah dengan sangat cepat,” ucap De Zerbi.
Pola yang diterapkan De Zerbi tampaknya cocok buat Berarti. Pasalnya, striker 26 tahun itu mampu menunjukkan konsistensinya. Dia sudah menyumbang tiga gol dari empat laga musim ini.
“Jika mengenal Berardi, Anda tidak bisa tidak mencintainya. Bakatnya lebih dari siapa dia sebagai pribadi. Dia ingin membantu orang lain, baik sebagai pemain maupun sebagai pemuda,” kata De Zerbi memuji Berardi.