Meski berhasil menyamakan kedudukan, Bojan Hodak mengaku tidak puas dengan hasil akhir pertandingan. Dia menilai timnya seharusnya mampu meraih kemenangan.
"Pertandingan yang menarik, banyak gol, peluang dan kejadian-kejadian menarik. Dari penyerangan, kami tidak terlalu buruk karena bisa mengejar ketertinggalan jadi imbang. Tapi seharusnya kami bisa membuat lebih banyak gol," ujar Hodak setelah laga.
Dia menyoroti sejumlah kesalahan yang dilakukan pemain Persib, terutama dalam proses terjadinya gol lawan. Kesalahan tersebut dinilai tidak seharusnya terjadi di level kompetisi tertinggi.
"Kami melakukan sejumlah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Gol pertama seperti anak-anak. Kami berhenti bermain karena menganggap bola sudah keluar. Lalu gol kedua yang terjadi karena kesalahan individu," jelasnya.
Hasil imbang ini membuat Persib harus puas berbagi poin meski sempat menunjukkan mental bangkit. Evaluasi di lini pertahanan dipastikan menjadi fokus utama tim setelah pertandingan ini.
Sementara itu, Dewa United berhasil memanfaatkan kelengahan lawan untuk mencetak dua gol penting. Namun mereka gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
Pertandingan ini menegaskan ketatnya persaingan di Super League musim 2025/2026, di mana kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap hasil akhir.