Aksi seperti ini pernah dilakukan oleh pemain legendaris asal Belanda, Arjen Robben. Saat masih berseragam Chelsea, ia merayakan gol kemenangan The Blues dengan kegirangan hingga berlari ke kerumunan suporter.
Hal itu membuatnya menerima kartu kuning dari wasit yang lantas disusul dengan kartu merah.
2. Memberi isyarat atau bertindak dengan cara yang provokatif, menghina, atau menghasut.
Sebagai contoh, tindakan provokatif pernah dilakukan Luis Suarez saat Liverpool melawan Everton pada Oktober 2012 silam. Suarez melakukan selebrasi dengan gimik berpura-pura menyelam (diving) di hadapan manajer Everton, David Moyes.
3. Menutupi kepala atau wajah dengan topeng atau barang sejenis lainnya.
Selain melarang pemain mendekati pagar dan bertindak provokatif dalam berselebrasi, FIFA juga melarang pemain melakukan euforia dengan menutup kepala dan wajah dengan kaos. Selain tidak etis, tindakan ini bisa dianggap sebagai salah satu bentuk provokasi.