Situasi La Liga juga tidak berpihak pada Real Madrid. Mereka tertinggal sembilan poin dari FC Barcelona dan tersingkir dari Copa del Rey, sehingga Liga Champions menjadi harapan terakhir.
“Setiap kekalahan di Liga Champions terasa seperti bencana, dengan situasi kami saat ini; ini seperti final. Kami ingin bersaing dan bermain baik. Kami punya banyak yang dipertaruhkan dan harus bermain baik. Ini segalanya atau tidak sama sekali, itu mentalitas kami. Kami harus melihatnya seperti itu. Kami tidak akan bersembunyi. Kami ingin percaya, kami tidak punya kesempatan lagi. Kami harus bermain dan menang.”
Bellingham juga menyoroti performa tim di liga domestik yang dinilai kurang maksimal. Dia menilai banyak poin hilang, terutama saat bermain di kandang.
“Ini rumit, ini bukan tempat atau waktu yang tepat untuk membahasnya. Di La Liga, setidaknya di kandang, kami kehilangan terlalu banyak poin. Anda tidak bisa memenangkan liga dengan kehilangan banyak poin, dengan persaingan dari Barcelona. Dan saat tandang juga. Itu tidak mungkin. Saya tidak berpikir persaingan sudah berakhir. Kami tertinggal, tetapi kami harus fokus pada besok. Ini hari besar.”
Masalah lain muncul dari fleksibilitasnya di lapangan. Bellingham mengaku harus terus beradaptasi karena tidak memiliki posisi tetap sejak musim lalu.