Masuknya Dion Markx membuat persaingan di lini pemain muda Persib semakin terbuka. Selain Kakang Rudianto, ada Robi Darwis, Nazriel Alfaro, dan Fitrah Maulana yang sama-sama siap memperebutkan menit bermain.
Situasi tersebut memberi banyak opsi bagi tim pelatih. Hodak menegaskan kesempatan tampil tidak bergantung pada nama, melainkan kebutuhan taktik dan kesiapan pemain di lapangan.
“Kesempatan saya berikan, ini memberi opsi pilihan untuk kami di posisi pemain muda, andai pemain lainnya tidak bisa main. Musim ini kami memainkan Nazriel, Robi, Kakang, Fitrah juga main untuk satu pertandingan,” ujar Hodak.
Kemenangan tipis atas Persita menjadi momentum positif bagi Persib. Di balik hasil tersebut, tim pelatih mulai menyusun fondasi regenerasi skuad dengan memberi panggung bagi pemain muda.
Hodak menegaskan langkah ini bagian dari rencana jangka panjang. Dia ingin pemain muda seperti Dion Markx siap tampil di level lebih tinggi pada masa mendatang.
“Pada masa depan, kami bisa mempersiapkannya dan bermain di laga dengan level yang lebih tinggi,” tandas pelatih asal Kroasia tersebut.
Dengan debut singkat namun strategis, Dion Markx kini masuk dalam peta persaingan internal Persib. Tantangan berikutnya adalah membuktikan konsistensi agar mendapat peran lebih besar di Super League 2025-2026.