Momentum pengunduran diri ini dinilai berkaitan erat dengan agenda Presiden Barcelona, Joan Laporta, yang dijadwalkan mundur sementara pada Senin untuk memulai kampanye pemilihan ulang jelang pemungutan suara 15 Maret.
Laporta sebelumnya mengakui hubungan Barcelona dengan Real Madrid tidak berjalan baik. “Hubungan antara Barcadan Madrid buruk, hubungan itu rusak. Ada berbagai persoalan yang menjauhkan kami,” ujar Laporta jelang final Piala Super Spanyol bulan lalu.
European Super League menjadi satu-satunya benang penghubung tersisa antara Laporta dan Presiden Real Madrid, Florentino Pérez. Kini, ikatan tersebut resmi berakhir.
Beberapa tahun lalu, Laporta sempat tampil bersama Pérez dan mantan Presiden Juventus Andrea Agnelli di Barcelona, mempresentasikan visi Super League dan potensi ekonomi besar dari pertemuan rutin klub-klub elite.
Namun, sikap tersebut berubah seiring tekanan UEFA. Barcelona tengah berada dalam sorotan pelanggaran Financial Fair Play dan dijatuhi denda 60 juta euro atau setara Rp1,19 triliun, dengan 15 juta euro atau sekitar Rp298 miliar telah dibayarkan sambil menunggu proses banding.