MALANG, iNews.id – Para suporter Arema atau yang popular disebut Aremania mulai gerah melihat dualisme dalam klub kesayangan mereka. Sejak sembilan tahun silam, ada dua tim yang mengusung logo Singo Edan, yakni Arema Indonesia dan Arema FC.
Para fans militan ini tak suka adanya dualisme ini. Mereka menuntut kedua pihak bersatu dan menyerukan gerakan "MakeMalangGreatAgain".
Juru bicara Aksi Damai Aremania "MakeMalangGreatAgain", Andi Sinyo, mengatakan, gerakan ini muncul dari kerasahan para Aremania tentang situasi dan kondisi dualisme Arema.
"Sembilan tahun tanpa solusi, kita terpecah belah. Aremania saling beradu argumentasi. Sampai kapan ini terus terjadi? Kasihan Aremania. Kita sudah jatuh, mari kita bangun dengan bersatu," ujarnya penuh semangat, Senin (16/11/2020).
Dia menawarkan solusi untuk bersatunya Arema, diawali dengan mendatangkan pengurus Yayasan Arema, yang masih tercatat di Kemenkum HAM, hingga tahun 2015. Ketuanya adalah M. Nur, dengan pembina Darjoto, bendahara Rendra Kresna, dan sekretaris almarhum Mujiono Mujito.