Namun, magis Klopp seolah luntur di musim 2022/2023. Padahal pada musim lalu Liverpool sangat superior karena bersaing di perebutan juara 4 kompetisi, meski akhirnya hanya 2 tropi yang didapat yakni Piala FA dan Piala Liga Inggris.
Musim ini performa Liverpool sangat berbeda. Hingga pekan 12 Liga Inggris, Liverpool berada di peringkat 9 dengan poin 16 hasil 4 kali menang, 4 kali imbang dan 4 kalah.
Liverpool hanya berselisih 5 poin dari penghuni zona degradasi. Ironisnya empat kekalahan Liverpool di Liga Inggris, dua di antara dialami saat melawan Leeds United 1-2 dan Nottingham Forest 0-1.
Di sisi lain, Liverpool juga bisa bermain impresif dan berbahaya. Buktinya, Liverpool musim ini bisa menghentikan rekor kemenangan beruntun dua klub hebat yakni Manchester City dan Napoli.
Liverpool menang 1-0 melawan Man City di Liga Inggris. Lalu The Reds melibas Napoli 2-0 di Liga Champions. Pada Napoli sebelumnya tak pernah kalah di Liga Italia dan Liga Champions.
Sungguh aneh perjalanan Liverpool musim ini. Padahal beberapa pemain baru didatangkan untuk menambal kehilangan mesin gol Sadio Mane yang hengkang ke Bayern Munchen. Namun, performa pemain baru, seperti Darwin Nunez hingga Fabio Carvalho belum bisa menggantikan Mane sebagai sumber gol pendamping Mohamed Salah dan Bobby Firmino.
Semua misteri jebloknya Liverpool musim ini hanya Klopp yang tahu jawabannya. Patut ditunggu sampai sejauh mana Klopp bisa membawa The Reds terbang di musim ini?