Setelah itu, Alonso mengalihkan perhatian penuh ke restrukturisasi lini belakang. Skema favorit 3-4-2-1 menuntut bek tengah tangguh dan konsisten, kebutuhan yang selama ini kerap menjadi titik lemah Chelsea.
Masalah bek tengah masuk daftar prioritas utama. Alonso dikabarkan menjadikan Maxence Lacroix, pemain Crystal Palace, sebagai sosok ideal memimpin lini pertahanan baru Chelsea. Nama Lacroix berada di posisi teratas daftar incaran.
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, bek berusia 26 tahun itu menjadi target utama Chelsea pada musim panas ini dan berpeluang datang sebagai rekrutan kedua era Alonso.
Lacroix tampil menonjol sejak tiba di London dengan biaya hanya 15 juta poundsterling Rp354 miliar, menggantikan Joachim Andersen dan berperan penting membawa Palace meraih tiga trofi.
Performa konsisten itu mengantarkan Lacroix ke skuad Prancis untuk Piala Dunia, menyingkirkan nama-nama Premier League lain seperti Leny Yoro serta bek Juventus Pierre Kalulu. Nilai transfernya belum ditetapkan, namun Transfermarkt mencatat harga pasar sekitar 40 juta poundsterling (Rp946 miliar).