Namun kritik paling tajam datang dari Derksen. Dia menilai pelatih berusia 59 tahun itu sama sekali tidak cocok menangani Ajax. Menurutnya, peran pelatih Ajax bukanlah posisi yang bisa diisi sembarang orang.
“Dia tidak bisa menahan tawanya. Seharusnya salah satu mantan pemain itu langsung mengatakan dia sama sekali tidak cocok menjadi pelatih Ajax,” ujar Derksen.
Derksen menjelaskan Ajax membutuhkan pelatih dengan kemampuan memberikan dampak besar terhadap permainan tim, seorang pelatih dengan kualitas yang benar-benar terbukti.
“Ajax membutuhkan pelatih yang bisa memberi sesuatu lebih. Dan pasti masih banyak pelatih lain yang ingin bekerja di Ajax,” sambungnya.
Meski dihujani kritik, Pastoor tetap memiliki rekam jejak yang cukup panjang sebagai pelatih. Dia pernah menangani klub-klub Belanda seperti Almere City, NEC Nijmegen, dan Sparta Rotterdam. Selain itu, dia juga memiliki pengalaman internasional bersama Slavia Praha serta pernah menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia.