Aldila dan Marcinko tidak menyerah. Memasuki set kedua, mereka mengubah pola permainan dan tampil lebih agresif.
Duet tersebut kembali mencatat persentase servis pertama yang tinggi, mencapai 70,4 persen. Kali ini mereka unggul dalam pengembalian bola sehingga mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
Tekanan tersebut berbuah hasil. Aldila/Marcinko sukses mengonversi tiga peluang break point yang mereka dapatkan. Skor akhirnya imbang sehingga pertandingan harus ditentukan lewat super tie-break.
Pada penentuan, Aldila dan Marcinko tampil lebih efektif. Meski kedua pasangan sama-sama melakukan satu kesalahan ganda, mereka unggul dengan satu ace.
Selain mengandalkan kekuatan servis, Aldila/Marcinko mencatat 100 persen pengembalian bola pertama pada momen penting. Mereka akhirnya menutup pertandingan setelah bertarung selama satu jam 36 menit.
Di semifinal, Aldila dan Marcinko akan menghadapi pemenang laga antara unggulan pertama Tereza Mihalikova/Giuliana Olmos melawan Isabelle Haverlag/Sabrina Santamaria.
Hasil ini menjadi angin segar bagi Aldila pada awal musim 2026. Sebelumnya dia sempat mengalami periode sulit setelah gagal melangkah jauh dalam beberapa turnamen.
Aldila membuka musim dengan hasil cukup baik usai mencapai perempat final ASB Classic dan Hobart International. Namun setelah itu dia tersingkir lebih cepat dalam sejumlah turnamen.
Usai terhenti pada babak kedua Australian Open, petenis peringkat 49 ganda dunia tersebut kandas pada babak pertama di Ostrava, Qatar, Dubai, serta Merida. Keberhasilan menembus semifinal WTA Austin memberi momentum baru bagi perjalanan musimnya.