Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan permintaan maaf yang mendalam atas kekurangan dan kesalahan yang pernah ia lakukan selama menjabat sebagai Presiden Arema FC.
Kemudian dalam sesi tanya jawab, Gilang juga sempat menerima pertanyaan terkait apakah ia menerima tekanan dari pihak luar sebelum akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya itu. Menanggapi pertanyaan tersebut, Gilang kembali menegaskan bahwa keputusan yang diambilnya tersebut dikarenakan faktor trauma yang dirasakannya.
Rupanya, tak hanya Juragan 99, melainkan seluruh pihak dan manajemen Arema FC pun mengaku selama ini merasakan trauma pasca tragedi Kanjuruhan.