“Pertama-tama, apa yang terjadi pada warga sipil di sana sangat menyakitkan bagi saya,” kata Ceferin kepada Politico.
“Namun, dari sisi lain, saya bukan pendukung pelarangan atlet. Apa yang bisa dilakukan atlet kepada pemerintah mereka untuk menghentikan perang? Sangat sulit. Sekarang, larangan bagi tim Rusia sudah berlangsung tiga setengah tahun. Apakah perang di Ukraina berhenti? Tidak,” tambahnya.
Dengan kondisi yang terus berubah, nasib Israel di ajang sepak bola Eropa kini masih menunggu hasil diplomasi global. UEFA bisa saja mengambil langkah tegas, namun untuk sementara memilih menunda keputusan sampai ada perkembangan terbaru dari proposal damai yang digagas Trump.