Milan juga dibuat kecewa dengan keputusan mengesahkan gol Mariano Troilo pada menit ke-80 yang membuat mereka tertinggal 0-1. Awalnya wasit Marco Piccinini menganulir gol tersebut akibat dugaan pelanggaran menyerang terhadap Davide Bartesaghi di area penalti Milan.
Namun setelah mendapat panggilan untuk meninjau VAR, Piccinini membatalkan keputusannya dan mengesahkan gol Troilo. Parma pun unggul dengan 10 menit tersisa. Menurut La Gazzetta dello Sport, keputusan awal Piccinini tidak termasuk kesalahan jelas dan nyata, sehingga seharusnya tidak menjadi objek tinjauan VAR.
Kontroversi tak berhenti di laga kontra Parma. Saat bermain imbang 1-1 melawan Como, Milan merasa kembali dirugikan. Mereka menilai pelatih Como, Cesc Fabregas, seharusnya diusir keluar lapangan karena mengganggu Alexis Saelemaekers saat pertandingan berlangsung.
Selain itu, Ignace van der Brempt dinilai layak menerima kartu merah akibat tekel keras terhadap Strahinja Pavlovic. Insiden tersebut membuat bek asal Serbia itu mengalami cedera, sementara van der Brempt tidak mendapat hukuman apa pun.
Empat keputusan itu memicu frustrasi di kubu Rossoneri. Dalam momen krusial perebutan gelar, setiap detail menjadi penentu. Milan kini harus bangkit sambil menahan amarah atas serangkaian keputusan yang mereka anggap merugikan dalam perburuan Scudetto musim ini.