Nadeo menilai kegagalan meraih trofi lebih disebabkan faktor regulasi, bukan kualitas. Dia menyebut pencapaian timnya tetap luar biasa meski tak berujung gelar.
“Secara statistik, secara rekor yang sudah kita capai, secara kemenangan yang sudah kita capai, siapapun pemain yang ada di dalam Best Eleven dan sebagainya dan sebagainya,” kata Nadeo Argawinata dikutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Senin (25/5/2026).
Kiper Timnas Indonesia itu mengaku menerima hasil akhir dengan lapang dada. Namun, dia menegaskan siapa pun yang mengikuti kompetisi ini paham siapa tim paling konsisten musim ini.
“Saya rasa seluruh Indonesia juga tahu kalau Borneo FC di tahun ini sangat superior dan pantas untuk mendapatkan gelar juara,” tutup mantan penjaga gawang Bali United tersebut.
Gelar memang melayang, tetapi performa Borneo FC musim ini meninggalkan pesan kuat. Statistik, dominasi, dan mental tim membuat Pesut Etam tetap dikenang sebagai kekuatan utama Super League 2025-2026.