Menurut Erick Thohir, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter bagi para pemain muda. Mereka mendapat pengalaman berharga dalam atmosfer pertandingan sekaligus interaksi lintas budaya.
"Menjalin persahabatan dan persaudaraan dengan para peserta lintas negara dan budaya. Yang tidak kalah penting, kegiatan ini turut memberikan dampak bagi perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif," katanya.
Bali 7s juga menghadirkan konsep festival keluarga. Sebanyak 42 tenant UMKM meramaikan area Food & Beverages, sehingga menciptakan suasana hiburan yang menyatu dengan olahraga.
Erick Thohir menegaskan ajang seperti ini memiliki peran strategis dalam mendorong sport tourism di Indonesia. Dia melihat potensi besar untuk mengembangkan ekosistem olahraga berkelanjutan.
"Kami meyakini bahwa ajang seperti ini memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sport tourism di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenpora mendukung penuh penyelenggaraan Bali7s sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan memaksimalkan potensi sektor wisata olahraga tanah air, serta membina generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing global,” sambungnya.
Direktur Turnamen Internasional Bali 7s 2026, Yabes Tanuri, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan sponsor dalam penyelenggaraan tahun ini.
"Harapannya, turnamen ini bisa menjadi ajang pengembangan generasi muda untuk menjadi pesepak bola profesional di masa depan, salah satunya mencetak pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” katanya.
Bali 7s 2026 kini tidak hanya menjadi turnamen biasa. Ajang ini berkembang menjadi platform besar pembinaan pemain muda sekaligus penggerak ekonomi dan pariwisata berbasis olahraga di Indonesia.