Celtic pada perkembangannya akhirnya tidak hanya mewakili migran Irlandia. Namun, mereka telah memberikan ruang terbuka untuk para imigran dari negara lain. Nilai-nilai inklusif tersebut masih dipertahankan hingga sekarang.
Publik Indonesia biasanya mengenal SC Heerenveen karena logo yang dikenakannya sangat familier. Logo yang mirip dengan brand minuman kental manis tersebut ternyata adalah bendera provinsi Friesland di Belanda.
Friesland adalah kawasan yang dihuni oleh orang-orang Frisia, turunan etnik Jerman yang mendiami ujung Barat Laut Belanda.
Meski bukan satu-satunya klub dari Friesland, Heerenveen telah mewakili entik Frisia di level Eredivisie. Kendati demikian, dewasa ini Heerenveen disebut mulai kehilangan komitmen untuk memfasilitasi talenta lokal Frisia.
Athletic Club adalah klub Liga Spanyol yang berbasis di Bilbao dan kemudian dikenal sebagai Athletic Bilbao, kota di wilayah otonom Basque.
Sejak didirikan pada 18 Juli 1898, klub ini sebenarnya memiliki memiliki kebijakan untuk merekrut murid akademi dan pemain yang lahir serta besar di Basque. Tak hanya itu, kebijakan tersebut juga berlaku pula untuk staf dan pelatih.
Juara Copa del Rey terbanyak setelah Barcelona itu sampai saat ini disebut masih mempertahankan komitmen inklusif tersebut. Maka, tidak heran jika kebanyakan pemain dan staf adalah bakat dari Basque sendiri.