Gejolak politik di negara Iran ternyata terbawa hingga ke Piala Dunia 2022. Sebanyak 11 pemain Iran yang siap berlaga di laga perdana enggan menyanyikan lagu kebangsaan mereka sendiri.
Hal itu sebagai sikap protes terhadap rezim yang berkuasa di Iran saat ini. Situasi di Iran semakin memanas setelah kematian Mahsa Amini oleh polisi moral Republik Islam Iran. Kondisi juga semakin pelik setelah lebih dari 300 demonstran harus tewas ketika unjuk rasa.
Qatar sebagai negara Islam yang menjadi tuan rumah Piala Dunia telah memberlakukan beberapa aturan etis di kompetisi sepak bola empat tahunan tersebut.
Selain melarang adanya LGBT, Qatar juga mengatur peredaran alkohol dan bir selama Piala Dunia 2022 berlangsung.
Jangan harap bisa mendapatkan minuman keras dengan mudah ketika menyaksikan Piala Dunia 2022. Salah satu negara peserta yang sangat reaktif terhadap kebijakan tersebut adalah Ekuador.