Skenario pertama menjadi yang paling ringan, yakni cedera tingkat satu. Dalam kondisi ini, dia diperkirakan pulih dalam waktu dua hingga tiga pekan. Meski begitu, dia hampir pasti absen dalam laga El Clásico.
Skenario kedua lebih serius, yaitu robekan sebagian atau grade dua. Jika ini terjadi, dia harus menepi selama tiga hingga delapan pekan. Situasi ini berpotensi mengakhiri musim domestiknya lebih cepat dan mengganggu persiapannya menuju Piala Dunia 2026.
Skenario terburuk adalah robekan total pada otot hamstring. Kondisi ini memerlukan operasi dan masa pemulihan panjang hingga enam bulan, membuat dia absen lama dari lapangan.
Momen cedera Yamal terasa sangat kontras. Dia baru saja mencetak gol pembuka dari titik penalti, namun beberapa saat kemudian harus meninggalkan lapangan akibat cedera.
Perubahan cepat dari euforia menjadi kekhawatiran ini menambah tekanan bagi Barcelona yang tengah memasuki fase krusial musim.