Bukan hanya pelatih asing, manajemen Arema juga mempertimbangkan opsi memakai pelatih lokal.Namun, syaratnya pelatih tersebut harus memiliki lisensi AFC Pro.
"Arahannya direksi, kalau pelatih lokal bukan sembarang lokal, tapi tetap yang berlisensi AFC Pro. Kami juga berpikir panjang soal AFC Club Licensing, pelatih kepala kan harus Pro. Tiap tahun kami lolos licensing tersebut, makanya tahun ini agar lolos lagi ya harus pakai pelatih Pro juga,” tutur Ruddy.
Menurutnya, opsi pelatih lokal dipilih lantaran secara pengalaman dan komunikasi tak ada kendala dengan pemain, sehingga dianggap memudahkan persiapan tim secara keseluruhan. Pelatih asing yang baru mengetahui iklim persepakbolaan Indonesia, dianggap perlu adaptasi lagi sehingga memerlukan waktu.
Selain itu dari sisi komunikasi bahasa menjadi hal yang perlu direspons serius. Mengingat komunikasi merupakan hal penting untuk mengimplementasikan program dan visi misi di lapangan.
"Salah satu alasan kami ya demi menyesuaikan para asisten. Mereka kan tidak fasih berbahasa Inggris. Kalau pelatihnya lokal, bisa jadi tidak butuh waktu lama untuk adaptasi komunikasi,” kata Ruddy.
Di Piala Menpora 2021, Arema ditangani oleh Kuncoro, yang notabene merupakan asisten pelatih Arema FC tahun lalu. Alhasil tanpa pelatih kepala yang mumpuni diduga menjadi penyebab Singo Edan tak meraih hasil maksimal di fase penyisihan Grup A Piala Menpora 2021, hingga tak lolos.