2 Evaluasi Brasil usai Tersingkir Menyakitkan dari Piala Dunia 2026, Salah Satunya Pertahankan Ancelotti

Reynaldi Hermawan
Brasil tersingkir mengejutkan dari Piala Dunia 2026 usai kalah dari Norwegia, evaluasi total diperlukan demi kembali ke final. (Foto: FIFA)

1. Kontrol Lini Tengah Jadi Titik Kritis

Dalam laga melawan Norwegia, Brasil sempat menunjukkan kualitas menyerang, tetapi gagal mengendalikan permainan secara konsisten. Sepak bola internasional modern menuntut organisasi setara dengan kreativitas, termasuk kontribusi bertahan dari seluruh pemain.

Lini tengah kembali menjadi pekerjaan rumah. Banyak laga gugur ditentukan di area ini, tempat tempo, pressing, dan pengambilan keputusan menentukan arah pertandingan. Brasil memiliki teknik mumpuni, namun butuh gelandang yang mampu mengatur ritme di bawah tekanan sekaligus melindungi lini belakang saat kehilangan bola.

Generasi gelandang muda Brasil akan memegang peran vital menuju turnamen besar berikutnya. Selain kualitas teknis, ketahanan mental juga krusial. Piala Dunia jarang dimenangkan tanpa melewati momen sulit seperti kebobolan lebih dulu atau gagal memaksimalkan peluang.

2. Pertahankan Ancelotti

Meski hasilnya mengecewakan, posisi Ancelotti tidak seharusnya langsung dipertanyakan. Dia memiliki rekam jejak luar biasa di sepak bola klub, dengan gelar liga di berbagai negara serta rekor juara Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah.

Sepak bola internasional memiliki tantangan unik. Waktu persiapan terbatas membuat penerapan sistem kompleks tidak mudah. Konsistensi memberi kepercayaan pada visi jangka panjang Ancelotti bisa menjadi keuntungan Brasil jika dijaga hingga turnamen mendatang.

Baca Juga

Pergantian pelatih usai kegagalan Piala Dunia terbukti jarang memberi hasil instan. Brasil memiliki fondasi pemain muda kuat. Vinícius Junior diproyeksikan tetap menjadi pusat serangan, sementara talenta baru di Eropa terus memperkaya kedalaman skuad.

Tantangan berikutnya terletak pada efisiensi di momen krusial. Laga gugur sering ditentukan oleh sedikit peluang. Jika Brasil mampu menyatukan talenta individu, disiplin taktik, dan ketenangan mental, jalan kembali ke final Piala Dunia masih terbuka.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Kecam Wasit Brasil karena Beri Kartu Merah Folarin Balogun: Mengerikan!

57 tahun lalu

Cristiano Ronaldo Buka Suara usai Tersingkir: Trofi Euro 2016 Sama dengan Piala Dunia

57 tahun lalu

Resmi! Roberto Martinez Tinggalkan Portugal usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

57 tahun lalu

Gagal Cium Trofi Piala Dunia, Cristiano Ronaldo Menangis di Pelukan Lamine Yamal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal