ATLANTA, iNews.id – Piala Dunia 2026 menghadapi sorotan besar menjelang 100 hari menuju kickoff setelah perang Iran menambah kompleksitas bagi turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Konflik geopolitik tersebut muncul di tengah berbagai persoalan yang lebih dulu membayangi persiapan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Penyelenggara kini juga menghadapi kekhawatiran terkait kekerasan kartel di salah satu kota tuan rumah di Meksiko, rencana festival penggemar di Amerika Serikat yang dipangkas, serta kritik keras dari suporter akibat harga tiket yang sangat mahal.
Pejabat dari negara peserta yang sudah lolos kualifikasi bertemu staf FIFA di Atlanta pekan ini untuk membahas berbagai aspek persiapan. Turnamen akan dibuka pada 11 Juni saat Meksiko menghadapi Afrika Selatan di Mexico City. Edisi 2026 akan menjadi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah dengan 48 tim peserta, meningkat dari 32 tim pada edisi sebelumnya di Qatar.
Ketegangan geopolitik sering muncul menjelang ajang olahraga global seperti Piala Dunia. Namun konflik yang melibatkan Iran menambah lapisan kekhawatiran baru bagi penyelenggara yang harus memastikan keamanan turnamen.
Masalah keamanan juga muncul di Kansas City, Amerika Serikat. Wakil Kepala Polisi Kansas City, Joseph Maybin, menyampaikan kota tersebut membutuhkan dana federal untuk persiapan keamanan. Tanpa pendanaan dalam 30 hari, kota itu mempertimbangkan membatalkan sejumlah acara terkait Piala Dunia.