Wahyana memulai kariernya sebagai wasit pada 1998 silam. Pria asal Sleman itu dengan cepat melejitkan namanya hingga dipercaya menjadi wasit bulu tangkis di internasional pada 2006.
“Untuk menjadi wasit di Olimpiade perjalananya cukup panjang. Karena untuk bisa (menjadi wasit) di Olimpiade itu harus punya lisensi tertinggi, yakni lisensi BWF. Bisa dapat itu melalui tahapan yang banyak dan cukup lama,” kata Wahyana saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (4/8/2021).
"Saya memulai karier internasional dari 2006 dan baru 2012 mendapatkan lisensi BWF, itu cukup lama,” tambahnya.
Dengan memiliki perjalanan karier selama 23 tahun di dunia wasit bulu tangkis, maka tak heran jika pada akhirnya Wahyana bisa memimpin sebuah laga penting di Olimpiade Tokyo 2020. Namun menurutnya, pemilihan wasit di final semua menunggu keputusan BWF.
“Terkait biasa mewakili final ya karena semua tergantung dari referee yang ada. Keputusan mereka yang pada akhirnya menentukan,” sambungnya.
Kiprahnya tidak hanya saat memantau pertandingan. Wahyana yang kini sudah berusia 53 tahun juga dipercaya memegang jabatan di PBSI sebagai Sub Bidang Perwasitan.
Dengan mulai bergabungnya Wahyana ke PBSI, tentu diharapkan akan ada penerus yang bisa tampil memimpin pertandingan bulu tangkis sepertinya. Ilmu yang selama ini sudah dipelajari Wahyana diharapkan bisa diteruskan ke wasit Indonesia yang lain. Dari situ kita berharap akan ada wasit-wasit Indonesia yang dapat memimpin pertandingan bulu tangkis di level internasional.