Veda menjelaskan momen krusial yang membuatnya kehilangan kendali terjadi saat dia sudah merasa percaya diri dengan performanya di lintasan.
“Saat itu saya merasa sangat nyaman dengan motor dan percaya diri bisa bertahan di sana serta bersaing. Sayangnya, saya melakukan kesalahan yang mengakhiri balapan. Saya sedikit melebar, lalu membuka gas terlalu agresif saat motor masih miring, sehingga kehilangan kendali,” ungkap Veda.
Kesalahan tersebut terjadi di sektor 2 COTA, salah satu bagian teknis yang menuntut presisi tinggi. Kondisi itu membuat dia mengalami selip dan akhirnya terjatuh.
Veda tidak menutupi rasa kecewanya. Dia menyadari peluang besar untuk finis di posisi kompetitif harus hilang akibat kesalahan sendiri di momen penting.
“Tentu saya kecewa karena kami punya peluang bagus hari ini, tetapi ini juga bagian dari proses belajar dan menambah pengalaman. Saya akan menjadikannya pelajaran penting dan kembali lebih kuat di Jerez,” ucap Veda.
Hasil ini juga menjadi pukulan bagi Honda Team Asia. Pasalnya, rekan setim Veda, Zen Mitani, juga gagal menyelesaikan balapan pada seri tersebut.
Meski demikian, Veda tetap menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi penting. Dia kini mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Moto3 Spanyol yang akan digelar di Sirkuit Jerez pada 24–26 April 2026.
Dengan pengalaman dari COTA, Veda bertekad tampil lebih konsisten dan meminimalkan kesalahan di fase krusial balapan berikutnya.