“Saya penasaran ya, tapi aku juga sedikit takut. Saya memiliki ketakutan yang sama yang dimiliki setiap orang, yaitu menjadi tua dan sekarat. Balapan di sepeda motor selalu menjadi gairah hidup saya, pasti berhenti (pensiun) adalah yang saya takuti,” ujar pembalap berusia 42 tahun itu.
“Tapi akhirnya saya punya lebih banyak waktu luang untuk teman-teman, orang tua saya, pacar saya. Saya akan melanjutkan balapan di mobil, tanpa terobsesi dengan hasilnya,” tambahnya.
Keputusan The Doctor untuk pensiun adalah buah dari rentetan hasil buruknya setelah mengalami penurunan performa sejak bergabung dengan Yamaha Petronas SRT.
Menurutnya, keputusan ini sudah dipertimbangkan sejak lama dan dia menyadari sekarang adalah waktu yang tepat untuk berhenti dari dunia yang membesarkan namanya itu.
"Saya sudah memikirkannya untuk waktu yang lama. Saya tidak bisa lagi berjuang untuk menang, naik podium atau setidaknya finis pertama, untuk terus bersenang-senang,” jelas legenda asal Italia itu.
“Kemudian saya mengerti, waktunya telah tiba. Saya selalu jujur dengan diri saya sendiri. Saya mencoba dan saya bersumpah ‘saya berjuang, saya berharap untuk mengubah banyak hal’. Tapi sekarang saya merasa damai, saya tahu saya telah memberikan segalanya, dan ini membuat saya tenang ,” pungkasnya.