Tyson Fury juga dikenal beberapa kali mengumumkan pensiun lalu kembali bertarung. Pola tersebut dinilai mengurangi kepercayaan penggemar dan melemahkan bobot setiap pengumuman besar.
Di sisi lain, pertarungan pemanasan atau laga ekshibisi berprofil tinggi berisiko menyita perhatian dan sumber daya. Kondisi tersebut kerap dianggap menghambat perkembangan generasi baru petinju kelas berat yang sedang berada di puncak fisik.
Tyson Fury secara terbuka pernah membahas perjuangannya melawan depresi dan kecanduan. Bagi banyak atlet, masa pensiun menciptakan kekosongan besar dalam kehidupan.
Alasan kembali ke ring karena “tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan” menimbulkan tanda tanya serius. Publik menilai ring tinju tidak semestinya dijadikan pelarian sementara tanpa rencana jelas untuk masa depan Tyson Fury.