Dia mengakui performa yang naik turun menjadi ujian tersendiri saat menghadapi pasangan dengan permainan solid. Kondisi itu membuat mereka kesulitan mempertahankan ritme permainan.
Menurut dia, hasil ini tetap memberikan pelajaran penting. Dia dan pasangannya melihat ada perkembangan dari turnamen ke turnamen meski belum mencapai target final.
"Kami merasa setiap turnamen kami ada progress permainan hasil dari evaluasi sebelumnya. Bersyukur di sini bisa sampai ke semifinal tapi kami mau lebih lagi, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki," katanya.
Sementara itu, Amallia Cahaya Pratiwi menilai lawan tampil jauh lebih siap dan konsisten sepanjang pertandingan. Hal itu membuat mereka tidak bisa mengembangkan permainan terbaik.
"Mereka sangat konsisten dari awal sampai akhir, sudah sangat siap mau main seperti apa. Polanya benar-benar sudah terbentuk sementara kami mainnya ragu-ragu jadi kurang berani. Mereka lebih nekat hari ini daripada kami," katanya