Joaquin juga menyinggung faktor keberuntungan di poin akhir. Selain itu, kesalahan sendiri kembali muncul di momen krusial.
“Di poin akhir itu mungkin ada faktor keberuntungan juga namun kami juga banyak mengangkat bola jadi musuh kans menyerangnya lebih besar dari kami,” ujarnya.
Selain itu, lawan dinilai memiliki keunggulan dalam permainan drive dan pertahanan. Kombinasi tersebut membuat tekanan terus datang di sepanjang laga.
“Lawan memiliki keunggulan di bagian bola-bola drive dan Kang Min Hyuk di depannya nutup, serta defence di arah badannya mereka cukup baik dibandingkan kami buat lari-lari,” ujarnya.
Dalam jalannya pertandingan, Raymond/Joaquin sempat kesulitan di gim pertama dan tertinggal 7-11 di interval sebelum akhirnya kalah 11-21.
Mereka bangkit di gim kedua dengan permainan lebih agresif dan unggul 11-10 di interval, lalu menutup gim dengan skor 21-15.
Di gim ketiga, duel berjalan sengit hingga deuce. Namun, Raymond/Joaquin akhirnya harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah tipis 23-25.