“Sejujurnya saya tidak ingin membandingkan Toprak dengan Miguel atau Jack. Kami memang menginginkan Toprak... [Namun] tentu ada konsekuensinya,” kata Pavesio, dikutip dari Crash, Selasa (17/6/2025).
Jika melihat performa musim ini, Miguel Oliveira tertinggal karena sempat menepi akibat cedera di awal musim. Sementara itu, Jack Miller, meskipun belum stabil, dinilai telah memberikan energi positif bagi proyek Yamaha di Pramac.
“Miguel mengalami awal yang sulit karena cedera di Argentina. Jack langsung membawa energi ke proyek ini. Meski sempat naik turun, itu wajar, ia juga masih baru dengan motor M1,” jelas Pavesio.
Yamaha tak ingin tarik-ulur terlalu lama. Mereka menargetkan keputusan soal siapa tandem Toprak akan diumumkan sebelum jeda musim panas 2025.
“Kami akan melakukan evaluasi, dan kami akan menawarkan tempat kepada yang kami anggap paling cocok menjadi rekan setim,”
ucap Pavesio.
“Saya rasa masuk akal jika kami mencapai keputusan sebelum jeda musim panas, setidaknya dari sisi Yamaha,”
tambahnya.
Meskipun sebelumnya disebut akan tergeser oleh kehadiran Razgatlioglu, Jack Miller rupanya belum sepenuhnya kehilangan peluang. Kontrak eks pembalap Ducati Lenovo itu memang akan habis di akhir musim ini, tetapi pernyataan Pavesio menunjukkan bahwa Miller masih punya kans bertahan, tergantung hasil evaluasi akhir Yamaha.