Pernyataan itu menunjukkan tantangan besar yang sedang dihadapi Alwi. Dia bukan hanya harus menjaga performa di lapangan, tetapi juga kondisi mental dan fisik setelah menjalani rentetan turnamen selama tiga pekan.
Alwi sadar tidak ada pertandingan mudah di fase perempat final. Karena itu, dia memilih fokus pada pemulihan dan kesiapan untuk laga berikutnya.
Keyakinan tetap menjadi modal penting bagi Alwi. Dia percaya jalan terbaik masih terbuka untuknya di Australian Open 2026.
"Nothing impossible. Saya yakin Tuhan memberikan jalan saya yang paling baik di Australian Open."
Kemenangan atas Koga memperlihatkan karakter kuat Alwi. Dia mampu bangkit setelah tertinggal, mengendalikan emosi, lalu menutup pertandingan dengan dominan.
Hasil ini juga menjaga asa tunggal putra Indonesia di Australian Open 2026. Alwi kini menatap perempat final dengan bekal penting: kesabaran, kontrol permainan, dan mental siap tempur.