Antonius menyebut pemilihan Fajar bukan tanpa alasan. Dia menilai karakter permainan Fajar cocok dengan kondisi lapangan yang memiliki laju shuttlecock cepat.
"Selain itu, dari segi pengalaman dan jam terbang, kami meyakini bahwa Fajar mampu membantu Joaquin untuk tampil secara optimal. Terutama apabila pertandingan menjadi penentu kemenangan," katanya.
Dia juga menegaskan perubahan pasangan bukan hal baru dalam skuad pelatnas. Variasi kombinasi pemain sudah sering diuji dalam sesi latihan.
"Pergantian pasangan seperti ini bukan merupakan hal yang baru bagi kami. Dalam sesi latihan sehari-hari, kami telah cukup sering melakukan berbagai variasi kombinasi pasangan, sehingga proses adaptasi bukan menjadi hal yang kami khawatirkan," tambahnya.
Langkah ini memperlihatkan fleksibilitas tim Indonesia dalam menghadapi situasi darurat. Kombinasi baru diharapkan tetap mampu menjaga peluang kemenangan atas Thailand.