"Menentukan formasi mana yang akan saya pilih harus didasari atas SDM pemain yang saya miliki terlebih dahulu, ada banyak hal yang perlu diperhatikan seperti kedalaman skuad, karakter pemain dan tentu disesuaikan dengan strategi yang digunakan lawan saat lawan sedang defend," kata Coach Panca dalam keterangan Minggu (11/4/2021).
Sebagai contoh, saat mengimplementasikan formasi 1-2-1, seorang pelatih tentu berharap agar timnya dapat menguasi jalan pertandingan karena menurunkan 2 pemain flank/sayap sekaligus. Pemain flank, pada umumnya identik dengan pemain kunci karena pergerakannya seringkali mengubah jalannya pertandingan.
Atau mungkin seorang pelatih menerapkan formasi 2-2 dengan 2 pemain belakang dan 2 flank. Mungkin juga bisa 2 pemain belakang dan 2 pemain dengan posisi pivot/penyerang murni. Penentuan karakter pemain itulah yang membutuhkan kepiawaian pelatih, dan ilmu taktikal seperti itu yang didapat oleh peserta kursus level 2 AFC.
"Tentu pada futsal sangat sulit untuk menetapkan 1 sistem formasi saja saat bertanding, karena futsal sangat dinamis dan fleksibel," ujar.
Coach Panca mengatakan dalam penerapan formasi, keterampilan, karakter pemain dan kedalaman skuad sangat menentukan. Menurutnya, pelatih, seluruh pemain akan mendapat pengetahuan tentang taktikal. Dengan demikian seluruh pemain dapat bahu membahu membongkar pertahanan lawan untuk meraih kemenangan.