Sebagai seorang muslim, Jamal lebih nyaman berada di Indonesia. Sebab di Indonesia dia bisa lebih banyak menemukan makanan halal ketimbang di Filipina.
"Di sini lebih mudah menjadi muslim daripada di Filipina. Karena di sini bisa menemukan banyak makanan yang halal. Karena di Filipina, kita tidak bisa mempercayai mereka soal makanan," ucap pemain berusia 16 tahun itu.
Uniknya, Jamal ternyata bisa berbahasa Indonesia dengan cukup fasih. Dia kerap menggunakan bahasa Indonesia ketika bertemu orang Indonesia, termasuk staf atau petugas di turnamen BAJC 2024.
Jamal pun mengaku belajar bahasa Indonesia karena sering datang ke Tanah Air. Beberapa tahun ke belakang hingga tahun ini, pemain bertangan kidal itu sering berlatih ke Indonesia di klub PB Djarum dan PB Jaya Raya.
"Saya bisa sedikit bahasa Indonesia karena saya selalu berlatih di PB Djarum dan Jaya Raya. Saya mendengarkan teman-teman saya di Djarum. Saya mendengarkan mereka dan mempelajarinya soalnya beberapa kata bahasa Indonesia dan Filipina sama saja," tambah Jamal.