Yenny Wahid menegaskan federasi mengambil sikap tegas terhadap dugaan kekerasan seksual di lingkungan pelatnas. FPTI menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap tindakan tersebut.
Dia menyatakan federasi mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan bagi para atlet.
FPTI juga memberikan pendampingan hukum kepada atlet yang melapor. Pendampingan tersebut bertujuan membantu korban selama proses hukum berlangsung.
Selain itu, federasi telah menonaktifkan pelatih yang menjadi terduga pelaku. Keputusan ini diambil sebagai langkah awal sambil menunggu proses hukum berjalan.
FPTI juga menyiapkan sistem safeguarding untuk memperkuat perlindungan atlet. Sistem tersebut dirancang menjaga keamanan, keselamatan, serta martabat atlet di lingkungan pelatnas panjat tebing Indonesia.