Walhasil, West Bandits berhasil unggul atas Pelita Jaya Bakrie di kuarter pertama dengan skor 19-13. Memasuki kuarter kedua, Pelita Jaya Bakrie mencoba mengembangkan permainannya.
Tim besutan Fictor Gideon Roring bermain lebih sabar namun cepat saat melakukan serangan balik. Akan tetapi, pertahanan berlapis yang dimiliki West Bandits sangat sulit untuk ditembus. Serangan Pelita Jaya Bakrie hampir selalu terputus sebelum memasukkan bola ke keranjang.
Terlebih lagi, West Bandits berhasil melancarkan serangan balik yang baik usai bertahan. Karena itu, Pelita Jaya Bakrie justru termakan oleh pola permainannya sendiri. Alhasil, mereka kembali kalah secara perolehan poin di kuarter kedua 19-30.
Memasuki kuarter ketiga, West Bandits yang tengah memimpin secara perolehan poin keseluruhan justru keteteran. Terpantau, West Bandits langsung tertinggal delapan poin tanpa balas di awal kuarter ketiga.
Penampilan impresif ini terus dipertahankan oleh Pelita Jaya Bakrie. West Bandits pun kesulitan untuk menemukan ritme permainannya kembali. Walhasil, Pelita Jaya Bakrie berhasil mengungguli West Bandits di kuarter ketiga dengan skor telak 24-6.
Untuk sementara, Pelita Jaya Bakrie berbalik unggul atas West Bandits secara perolehan poin keseluruhan 56-55. Pada kuarter terakhir, permainan Pelita Jaya Bakrie semakin menjanjikan. West Bandits pun terlihat kesulitan menghalau serangan masif tim besutan Fictor Gideon Roring.
Pada akhirnya, Pelita Jaya Bakrie Jakarta akhirnya berhasil mengalahkan West Bandits Combiphar Solo di kuarter keempat 24-11. Mereka pun akhirnya menang dengan skor akhir 80-71.