Dia juga menyoroti perubahan permainan lawan setelah gim kedua. Menurut dia, kebangkitan pasangan Korea Selatan membuat duel semakin sulit dikendalikan.
“Tadi setelah berhasil mengejar ketertinggalan di game kedua lawan lebih percaya diri jadi lebih kuat dari segi defencenya,” ucap Ali.
Ali menambahkan, masalah utama yang perlu diperbaiki ada pada konsistensi fokus saat unggul. Kondisi itu beberapa kali membuat mereka kehilangan kendali permainan di momen krusial.
“Untuk ke depan evaluasi kami yang penting fokusnya dulu, karena kami sering sekali ketika sudah unggul malah tersusul,” tambah dia.
Sementara itu, Devin Artha Wahyudi juga mengakui perjuangan mereka sudah maksimal di partai final. Dia menegaskan kondisi fisik tetap terjaga hingga akhir pertandingan tanpa cedera.