Fikri menjelaskan perubahan pola permainan lawan di gim kedua sempat membuat dia dan Fajar kehilangan ritme. Namun komunikasi di lapangan menjadi faktor pembeda yang menjaga fokus tetap utuh.
“Di gim kedua mereka bangkit, mengubah pola dan dari awal kami tertinggal. Di saat genting ini, a Fajar selalu memberikan semangat, tidak apa belum selesai, masih bisa. Dan akhirnya kami bisa kembali unggul di akhir-akhir dan bisa menyelesaikannya,” tutur Fikri.
Fajar menegaskan komunikasi dan kekuatan mental menjadi kunci utama kebangkitan mereka. Dia terus mengingatkan rekan setimnya agar tidak menunjukkan gestur menyerah meski tertinggal angka.
“Tadi saya ingat di poin 18-14 ketinggalan, saya selalu berkomunikasi dengan Fikri, selalu memberikan semangat ini belum selesai. Karena pelatih juga terus menyemangati game belum selesai, jangan terlihat gestur tubuh yang menyerah. Kami terus selalu mencoba, pengen yang terbaik, pengen menyusul, dan akhirnya berhasil,” ucap Fajar.
Fajar turut memberi apresiasi pada performa Fikri di saat genting. Servis akurat pada poin-poin akhir disebut menjadi salah satu momen penentu kemenangan.