Rapor Bulu Tangkis Olimpiade 2020: Sang Raja Tak Berdaya hingga Indonesia Ukir Sejarah 

Ajeng Wirachmi
Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Dia mengucapkan terima kasih ke rakyat Indonesia. (Foto: Reuters)
Tunggal putra Denmark Viktor Axelsen meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Dia langsung mengunggah pesan emosional di Instagram. (Foto: Reuters)

Sebelumnya, ada bintang Denmark lain, Poul-Erik Høyer Larsen yang bersinar di Olimpiade Atlanta 1996. Hanya Larsen dan Axelsen yang menjadi wakil Eropa pemenang ajang akbar 4 tahunan itu. Dengan kemenangan ini, Axelsen seakan memberikan tanda bahwa pemain tunggal putra Eropa kembali mengalami kebangkitan di kancah bulutangkis internasional.

2. Raja Bulutangkis Dunia Tersingkir Lebih Awal

Atlet bulutangkis Jepang, Kento Momota secara mengejutkan tersingkir lebih awal dalam Olimpiade di negaranya sendiri. Seperti dilansir dari laman resmi BWF, Momota duduk di peringkat 1 dunia dan menjadi unggulan teratas dalam kompetisi ini. Sayangnya, Momota harus mengubur dalam-dalam mimpinya untuk merebut medali emas setelah langkahnya terhenti di tangan pemain Korea Selatan berperingkat 38 dunia, Heo Kwang Hee dalam babak penyisihan grup.

Kejutan terjadi di cabor bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. Tunggal putra nomor satu dunia Kento Momota tersingkir. (Foto: Reuters)

Kekalahan Momota sudah pasti mengejutkan banyak pihak karena ia menjadi andalan negaranya untuk mampu mendulang emas di cabor bulutangkis. Lanjutnya, Jepang gagal merebut satu medali pun pada nomor tunggal putra.

3. Ganda Putri Indonesia Torehkan Sejarah Baru

Kesuksesan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dalam merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020 menjadi sejarah baru bagi dunia bulutangkis tanah air. Sejak bulutangkis pertama kali dipertandingkan pada Olimpiade Barcelona 1992, pasangan ganda putri tanah air tidak pernah sekalipun mendapat medali emas. Bahkan, sampai tahap semifinal pun tidak. Namun, di tahun ini Greysia dan Apriyani berhasil memboyong medali emas ke Indonesia.

Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu dan Greysia Polii, memamerkan medali Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Senin (2/8/2021). (Foto: REUTERS/Lintao Zhang).

Mantan atlet bulutangkis Inggris yang juga seorang komentator olahraga, Gillian Clark menyebut bahwa unggulan ke-7, Greysia dan Apriyani mencetak sejarah dengan menyingkirkan dominasi pasangan unggulan atas. Sebab, dalam perhelatan Olimpiade sebelum-sebelumnya, mereka yang keluar sebagai juara adalah para pasangan ganda putri yang menempati peringkat 1 dan 2 dunia dan menjadi unggulan papan atas. Hal itu disampaikan Clark saat mengomentari jalannya pertandingan partai puncak pada Senin, 2 Agustus 2021.

Editor : Ibnu Hariyanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Apriyani Rahayu Tinggalkan Ganda Putri, Resmi Tampil di Ganda Campuran

57 tahun lalu

Jadwal Indonesia Open 2026 Hari Kedua: 10 Wakil Merah Putih Siap Tanding, Ada Fajar/Fikri

57 tahun lalu

Axelsen Pensiun, Anthony Ginting Sebut Shi Yu Qi Jadi Ancaman Utama Dunia

57 tahun lalu

Usai Pensiun, Ini Kehidupan Baru Viktor Axelsen yang Bikin Terkejut!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal