Raket Greysia/Apriyani Tak Ikut Pulang ke Indonesia, Mejeng di Museum IOC

Fitradian Dimas Kurniawan
Raket Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 tak ikut pulang ke Indonesia. Sebab benda tersebut bakal disumbangkan ke Museum IOC. (Foto: Reuters)

Prestasi Greysia/Apriyani menjadi raihan medali emas pertama dan terakhir untuk wakil Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Dengan begitu, wakil Merah Putih dipastikan meraih lima medali dengan rincian satu emas, satu perak dan tiga perunggu.

Selain itu, Greysia membukukan namanya sebagai pebulutangkis tertua yang berhasil meraih medali emas di ajang Olimpiade. Dia diketahui meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 di usia 33 tahun lebih 356 hari.

Sebelumnya rekor ini tercatat atas nama Zhang Ning. Pebulutangkis tunggal putri asal China itu meraih medali emas di ajang Olimpiade Beijing 2008 di usia 33 tahun lebih 89 hari.

Bukan cuma perkara rekor. Medali emas juga menjadi kado spesial bagi Greysia yang kebetulan sebentar lagi akan berulang tahun yakni pada tanggal 11 Agustus.

Infografis
Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Apriyani Rahayu Tinggalkan Ganda Putri, Resmi Tampil di Ganda Campuran

57 tahun lalu

Jadwal Indonesia Open 2026 Hari Kedua: 10 Wakil Merah Putih Siap Tanding, Ada Fajar/Fikri

57 tahun lalu

Apriyani/Lanny Tersingkir dari Malaysia Masters 2026, Kewalahan Lawan Pasangan China

57 tahun lalu

Pesan Prabowo ke Ketum IPSI Penerusnya: Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal