“Guru-guru PJOK di Kabupaten Banyumas mendukung proses pengenalan melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026. Tak dipungkiri, prestasi yang telah diraih pebulutangkis Indonesia harus disambung oleh generasi mendatang. Sehingga pengenalan dan pembinaan menjadi sangat penting untuk menindaklanjuti regenerasi atlet baik di tingkat daerah maupun provinsi. Tentu ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus mendorong siswa mengembangkan bakat mereka bersama klub,” ucap Puji.
Secara teknis, perlombaan menggunakan sistem individu dengan penilaian berbasis catatan waktu tercepat. Peserta kelas 3 menghadapi lima tantangan yakni Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing The Shuttlecock, Service to Target, dan Zig Zag Run. Untuk kelas 1 dan 2, tantangan Service to Target tidak diikutsertakan.
Setiap sekolah mengirimkan perwakilan dengan komposisi berbeda. Kelas 1 terdiri dari 6 siswa (4 putra, 2 putri), kelas 2 sebanyak 10 siswa (6 putra, 4 putri), serta kelas 3 berjumlah 14 siswa (8 putra, 6 putri).
Persaingan berlangsung ketat di semua kategori. Gita Felicia dari SDN 1 Karangpucung menjadi sorotan setelah mencatat waktu tercepat 01:00.73 di kategori putri kelas 3, meningkat dari posisi ketiga pada edisi sebelumnya.
“Aku memang suka bulu tangkis sejak dulu, seringnya bermain dengan teman di depan rumah. Waktu Festival SenengMinton 2025 lalu, aku dapat hadiah raket karena juara tiga. Itu raket pertamaku, aku jadi tambah semangat untuk berlatih. Lalu kali ini aku membuktikan hasil latihan dengan jadi juara. Setelah ini aku akan berlatih lebih serius. Semoga nanti jadi atlet andal,” kata Gita.