Dua tahun setelah kecelakaan tersebut atau tepatnya di 2013, Leani memutuskan untuk bergabung dengan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC). Di sana Leani berlatih dengan keras dan disiplin.
Semua kerja keras Leani seakan terbayar tuntas pada ajang Paralimpiade Tokyo 2020 kali ini. Dia berhasil menyabet dua medali emas dan satu medali perak untuk Tanah Air.
Medali emas pertama diraih Leani saat turun di nomor ganda campuran SL3-SU5 bersama partnernya, Khalimatus Sayidah. Leani/Khalimatus naik podium teratas usai menumbangkan pasangan China, Cheng Hefang/Ma Huihui.
Raihan medali emas ini bahkan menjadi kali pertama bagi kontingen Merah Putih dalam 41 tahun terakhir keikutsertaan di ajang Paralimpiade. Terakhir kali wakil Indonesia meraih medali emas di ajang Paralimpiade adalah pada 1976 lalu.
Kemudian, medali emas lainnya berhasil disumbangkan Leani saat turun di nomor ganda campuran SL3-SU5 berpasangan dengan Hery Susanto. Hery/Leny sukses mengatasi pasangan Prancis, Lucas Mazur/Faustine Noel di partai final.