Meski Razayee tidak bisa berbuat banyak pada Athena 2004, dia tetap membuat sejarah bagi negaranya. Menurutnya, saat itu adalah momen dimana wanita Afghanistan memiliki banyak kesempatan dan masa depan yang lebih cerah, setelah bertahun-tahun hak asasi manusia mereka dikekang Taliban.
"Ayah saya dan salah satu saudara laki-laki saya berkata, 'Jangan khawatir, anda tidak menang, tetapi anda membuat sejarah,” kenang Razayee.
Wanita berusia 33 tahun itu mengaku pernah mendapatkan ancaman pembunuhan oleh Taliban, setelah dia pulang dari Athena 2004. Dia terpaksa bersembunyi selama beberapa bulan, karena kaum fundamentalis di negara itu ingin membunuhnya. Selain itu, dia juga mengkhawatirkan keselamatan keluarganya.
Setelah ancaman pembunuhan itu, Rezayee kabur ke Pakistan sebelum akhirnya mencari suaka dan perlindungan di Kanada pada 2011. Setelah itu dia mendirikan organisasi nirlaba, "Women Leaders of Tomorrow", yang mengadvokasi hak-hak perempuan di Afghanistan.
Kini Taliban telah kembali memerintah Afghanistan dan itu menghancurkan Rezayee. Meskipun Taliban telah menyatakan akan memberikan amnesti, dia tidak percaya mereka telah berubah dan meminta para pemimpin dunia untuk menggulingkan rezim yang baru terbentuk itu.