“Kesejahteraan pemain sangat penting bagi BWF. Kami mengapresiasi dan menyambut masukan dari atlet yang berkaitan,” bunyi pernyataan resmi BWF, Jumat (14/7/2023).
“BWF ingin mengklarifikasi jika pernyataan Axelsen tidak akurat dan tidak sesuai dengan konteks. Hal itu membuat kami tidak senang dengan reaksi pemain. Oleh sebab itu, BWF akan membahas perkara ini secara terpisah dengan pemain serta anggota asosiasi yang berkaitan,” lanjutnya.
PBSI juga sudah angkat bicara mengenai hal ini. Mereka memastikan hadiah pemenang Indonesia Open 2023 sudah diserahkan ke BWF untuk diberikan ke pemain.
"Saya menyampaikan bahwa distribusi pembagian prize money kepada juara sebuah turnamen adalah tugas federasi bulutangkis dunia, dalam hal ini BWF," ucap sebagai Kabid Humas dan Media PP PBSI Broto Happy.
"Panitia penyelenggara Indonesia Open 2023 melalui PP PBSI sudah menunaikan semua kewajiban dan tanggung jawab kepada BWF pada 5 Juli 2023 atau lima hari lebih cepat sebelum batas waktu yang ditentukan," jelasnya.
"Dan BWF juga sudah mengkonfirmasi telah menerimanya. Jadi, kami berharap PP PBSI tidak lagi dilibatkan dalam polemik yang terjadi dan semoga isu ini tidak menjadi bola liar," tutur Broto.