“Awal punya keraguan. Tapi teman-teman yang lain bisa kenapa saya tidak. Ternyata ada sesuatu hal yang bisa membuat mereka (murid kondisi normal, red.) mendekati saya,” ujarnya
“Kok alat tulisnya beda, huruf bacanya beda. Nah di situ lah awalnya saya mencari teman. Ya di situlah dapat teman banyak akhirnya bisa membangun bisa belajar bareng bisa berbagi,” jelas Siska.
Siska kemudian memilih untuk menjadi seorang terapis setelah lulus SMA. Profesi yang kebanyakan ditekuni oleh para disabilitas netra itu ditekuni Siska mulai 2013 hingga 2015.
“Saya bisa lebih banyak berbaur sama orang-orang umum. Banyak dapat relasi banyak dapat kenalan juga,” ujarnya saat ditanya pengalaman menarik seorang terapis.
Tawaran untuk masuk NPC Blind Judo kemudian tiba. Namun, tawaran itu ditolak Siska dengan alasan tidak percaya diri karena tidak mempunyai basic olahraga bela diri apapun.