Penuh Kontroversi! Piala Dunia 2022 Qatar Disebut Hasil Lobi Politik Tingkat Tinggi

Quadiliba Al-Farabi
Piala Dunia 2022 Qatar banyak menyimpan cerita kontroversi. Ada beberapa kalangan menilai terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah kental dengan nuansa politik tingkat tinggi. (

Tapi dia menyebutkan bahwa pemilihan itu tak lepas dari tekanan politik. Kepentingan di antara para pejabat tinggi di antara negara mengalahkan semuanya.

"Ini menjadi isyarat perdamaian jika dua lawan politik lama menjadi tuan rumah Piala Dunia satu demi satu," lanjut Sepp Blatter. 

Dalam argumennya, Blatter tidak menyebutkan permasalahan HAM dan diskriminatif yang menjadi alasan bahwa Qatar tidak pantas. Tapi faktor lain di lihat dari segi geografis, dan sejarah negara ini sebagai peserta Piala Dunia.

Sepp Blatter juga tidak bicara soal adanya suap terkait penunjukkan Qatar, meski bukti di pengadilan menyatakan sebaliknya. Tapi saat pemilihannya, eks Presiden FIFA sebelumnya Michel Platini mendapat paksaan secara tifak langsung dari pemimpin negara yang bersangkutan.

"Berkat empat suara (Michel) Platini dan UEFA, Piala Dunia lebih dipilih ke Qatar daripada Amerika Serikat,” ujar Sepp Blatter tentang hasil pemungutan suara yang mana Qatar unggul 14 banding 8 atas Amerika Serikat.

Editor : Ibnu Hariyanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cesar Meylan Bandingkan Timnas Indonesia dengan Kanada Pra-Piala Dunia, Ambisi Cetak Sejarah Menggema

57 tahun lalu

Rekam Jejak Mentereng Herdman Tak Jamin Instan, Timnas Indonesia Perlu Waktu

57 tahun lalu

John Herdman Yakin Timnas Indonesia Bakal Berkembang Pesat, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Sejarah Hari Ini: Messi Juara Piala Dunia 2022 dalam Final Penuh Drama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal