Lebih lanjut, Paolo menduga Bagnaia terpengaruh oleh opini di lingkaran Valentino Rossi, hingga akhirnya memandang sebelah mata kemampuan Marc Marquez.
Namun realitas di lintasan justru berkata sebaliknya. Marquez tampil dominan dan sukses meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya pada musim 2026.
"Pecco (Bagnaia) berasal dari grup Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di grup itu, dia meremehkan Marquez," tutur Paolo.
“Tahun sebelumnya, dia kehilangan gelar juara dunia meskipun memenangkan 11 balapan. Dia berpikir: 'Yang harus saya lakukan hanyalah mengurangi kecelakaan'. Tapi Marc adalah pembalap yang hebat di lintasan, dan itu membuatnya mengalami krisis," tambahnya.
Di sisi lain, Paolo Simoncelli tak ragu mengakui bahwa Marc Marquez adalah pembalap terkuat saat ini. Bahkan, gaya balap The Baby Alien mengingatkannya pada putranya, Marco Simoncelli, yang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di MotoGP Malaysia 2011.