Imam menjelaskan calon pemain yang dipantau masih berusia muda. PBVSI menargetkan atlet sekitar 17 tahun agar memiliki masa pengembangan panjang hingga mencapai usia puncak performa pada 2032.
“Kami mencari pemain yang masih sangat muda, sekitar umur 17 tahun. Dengan usia itu mereka memiliki waktu panjang untuk berkembang,” ucapnya.
Meski menjalankan program naturalisasi, PBVSI memastikan pembinaan atlet dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Federasi tetap menjalankan program pengembangan pemain muda melalui berbagai jalur kompetisi.
Salah satu langkah yang dijalankan ialah memberi pengalaman bertanding kepada pemain muda lewat tim seperti Jakarta Garuda Jaya serta kompetisi kelompok usia.
Imam menegaskan porsi atlet lokal tetap menjadi fondasi utama tim nasional. Naturalisasi hanya dilakukan secara terbatas dengan memperhatikan keseimbangan komposisi pemain.