Meski menang cukup nyaman, Adnan justru menyoroti kekurangan dalam permainan mereka. Dia merasa masih terlalu terburu-buru ketika menghadapi momen penting di pertandingan.
“Kami harus lebih tenang lagi kalau sedang poin-poin kritis. Minggu lalu masih terlalu terburu-buru dan di poin-poin kritis matinya kurang memuaskan,” ujar Adnan, dikutip dari rilis resmi PBSI.
Adnan juga mengungkapkan kondisi shuttlecock di Axiata Arena masih menjadi tantangan tersendiri. Menurut dia, laju shuttlecock sering berubah sehingga membutuhkan adaptasi cepat.
“Ini bukan pertama kali kami main di sini jadi secara adaptasi sudah lumayan bisa langsung tahu kondisinya dan tidak banyak berubah. Paling di shuttlecock-nya saja yang lajunya kadang berbeda. Ada yang kencang, ada juga yang sedang saja. Ini yang harus kami sesuaikan lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Indah Cahya Sari Jamil mengaku mereka sudah mempelajari kekuatan pasangan Spanyol sebelum pertandingan dimulai. Dia menilai Ruben/Lucia bukan lawan yang bisa diremehkan.